Nasional

Pembukaan Apresiasi Duta Genre Indonesia 2019.

Jakarta, Newsbisnis.net.

Untuk meningkatkan pelibatan remaja secara bermakna BKKBN bekerjasama dengan forum Genre Indonesia nenyelenggarakan Pembukaan Apresiasi Duta Genre dan Jambore Ajang Kreatifitas Genre Indonesia tahun 2019 yang dihadiri 700 orang Pendidik dan Koselor Sebaya serta pegiat PIK remaja seluruh Indonesia. Tema : Bergerak dan berdaya, berkolaborasi dalam karya kegiatan dilakukan Dian Ballroom Hotel Ciputra Jakarta Senen ( 16 /12-2019).

Hasto Wardoyo (Kepala BKKBN) mengatakan bahwa Genre itu sekarang luar biasa secara nasional,  dia mengadakan kegiatan-kegiatan yang terorganisir dan kemudian saya memang ikut bersemangat di dalamnya karena BKKBN hari ini melakukan rebranding bagi Saya harus tahu tentang hati mereka anak2 milenial genre ( generasi berencana) dan kalau menurut saya genre itu sudah lebih dari 10 tahun sehingga perlu melakukan refleksi. Kemudian  yang penting  genre ke depannya bagi saya ada dua perspektif di genre ini satu genre itu sebagai generasi muda yang harus menguasai tentang ilmu teknologi dan genre harus menjadi bagian dari SDM yang berkualitas yang unggul .
kedua genre itu calon orangtua calon pasangan usia subur kalau dia gak gagal memahami tentang tugas sebagai pasangan usia subur akhirnya gagal juga menjadi orang tua yang baik,  gagal melahirkan generasi berikutnya. Jadi kalau anak2 genre ini kalau tidak sukses ada dua kegagalan dia sendiri tidak bisa menjadi SDM yang unggul dia tidak bisa jadi orang tua yang tangguh ujarnya.

Selanjutnya bahwa genre itu sendiri sudah punya beberapa jargon, mereka ini kan aktif di dalam masalah kesehatan reproduksi aktif di dalam masalah gizi kemudian juga dia punya slogan-slogan di mana dia tentu menghindari nikah Dini hubungan seks diluar nikah dan hamil diluar nikah dan nafsah menurut saya genre menjadi generasi berencana adalah generasi Pancasila itu suatu keniscayaan mereka harus bisa, selain dia berkarakter dia harus mampmenterjemahkan  Pancasila itu sendiri ada toleransi di dalamnya ada gotong royong di dalamnya dan jangan lupa karakter untuk tidak hidup boros itu penting sekali.

Genre itu  luar biasa  generasi yang produktif juga generasi konsumtif yang dalam waktu bersamaan, memang dia keras yang produktif,  kalau generasi muda ini bisa menguasai konsumsi, konsumsi nya sendiri sudah 60% ekonomi terpegang dengan baik ya sebetulnya senang dengan anak muda ini saya meskipun pintu masuknya melalui genre dan itu lebih kepada kesehatan reproduksi dan keluarga tetapi dalam hati saya ketika dia bisa diarahkan untuk tidak boros dan kemudian dia bisa menjadi produktif dia punya rasa kemandirian punya jiwa nasionalisme cinta produk dalam negeri dan seterusnya bagi saya luar biasa karena menguasai, apa masak sendiri itu sangat indah sekali saya berharap seperti itu.

Dan kemudian remaja ini nanti akan menjadi bonus demografi syaratnya bisa memetik bonus demografi kalau dia berkwalitas, kalau dia tidak berkwalitas bagaimana bisa memetik bonus demogarafi sebenarnya kedepan kita dengan genre ini ada kajian2 yang menarik karena di indonesia sudah beberapa masuk keperiode life untuk bonus demografi artinya hampir dia meninggalkan bonus demografi seperti Jokja, Bali, Jatim. hanya satu yang serius, semua orang mengharapkan ada bonus demografi karena semua negara Semua daerah kalau melewati bonus demografi pasti ingin menjadi Window oportunity untuk naik pendapatan perkapitanya tapi adik2 ini perlu kita ajak Apakah daerah 2 yang sudah mau life bonus demografi sudah ada akserasi belum bonusnya sudah dapat belum, Saya ingin mengajak adik2 ini mengenali ciri-ciri bangsa atau negara yang menuju ke bonus atau sebaliknya, contoh yang kawinnya usia muda kemudian dia sekolahnya tidak tinggi dan dia juga banyak broken home banyak kematian ibu banyak kematian bayi ini ciri-ciri menuju kepada kebalikannya bonus demografi dan Saya ingin sekali anak2 genre ini jadi mengerti untuk menuju bonus demografi itu ada tahapannya mulai dari perencanaan yang baik,  tidak banyak kematian Ibu tidak banyak kematian bayi pendidikannya bagus.
sekarang ini angka kematian ibu masih tinggi, kematian bayi masih tinggi jangan-jangan kita ini kalau tidak mengendalikan dengan baik kita sulit untuk memetik bonus demografi pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *