Lifestyle

BKKBN adakan Pertemuan Penguatan Promosi dan Konseling terhadap Kesehatan dan Hak-Hak Reproduksi.

Jakarta, Newsbisnis.net.

Masih tingginya permasalahan kesehatan reproduksi di Indonesia  seperti  angka kematian ibu dan bayi, HIV AIDS, dan kanker leher rahim maka BKKBN ( Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ) menganggap perlu mengadakan peningkatan pemahaman bagi masyarakat melalui kegiatan penguatan promosi dan konseling kesehatan dan hak-hak reproduksi bersama mitra kerja berbasis komunitas dan pelayanan IVA terintegrasi KB MKJP dan Vasektomi yang diadakan di Gedung PKK Melati Jaya Jl Kebagusan  Raya No 42 Ragunan Jkt Selatan Rabu ( 20/10-2019).

Nofrijal. SE. selaku sekretaris BKKBN Pusat menyampaikan bahwa konsep kesehatan reproduksi didalam perencanaan keluarga Indonesia sehat dan berkualitas, berbasis siklus ibu,  yaitu  bahwa komitment global untuk kesehatan reproduksi ini semakin hari semakin kuat, dimulai dengan komitment vcdg 1994 di Kairo itu benar-benar diangkat hak-hak kesehatan reproduksi. Untuk memenuhi hak-hak reproduksi kuat tidak hanya hak reproduksi perempuan saja tapi juga kesehatan laki-laki dan semua berkaitan dengan reproduksi manusia yaitu komitmentnya itu harus kita jaga sebaik-baiknya  ujarnya.

Selanjunya pada tahun 2001 itu muncul mbiges yang diamanatkan kepada semua negara yang melaksanakan program-program Golbal termasuk diantaranya adalah kesehatan reproduksi dan kita berada pada momentum yang pada tahun ini sudah memasuki tahun ke 4, kita tidak ingin terlambat,sehingga untuk kesehatan reproduksi, apalagi nanti didukungdengan unility, kita tidak mau dianggap gagal, sebenarnya dari awal kita sudah kuat untuk mendoronmenurunkan  angka kematian untuk ibu hamil dan bayi.

Kita sudah siapkan dari  awal dari tahun 2014 – 2015 pelan-pelan pemerintah dan masyarakat termasuk LSM untuk memperkuat, sehingga mudah2an nanti akan dievaluasi di tahun 2030 betul-betul itu sudah bisa menunjukan bahwa kita bisa sampai dicantumkan kesepakatan global.

Selanjutnya Nofrijal  mengatakan bahwa komitment global kembali ditegaskan ada 3 zero yang  dicapai yaitu ; 1. Kematian ibu hamil, itu kematian yang sebenarnya bisa dicegah berbeda dengan kematian-kematian yang lain. 2. Zero yang berkaitan dengan kekukuhan orang yang ber KB tapi tidak terpenuhi , jadiorang yang sudah membutuhkan pelayanan kesehatan termasuk layanan kontrasepsi yang tidak terpenuhi. 3. Kita tidak ingin terjadi kasus-kasus yang dizerokan yang berkaitan dengan hak-hak kesehatan reproduksi  pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *